Rabu, 03 Oktober 2012

TEORI ORGANISASI UMUM (Tugas ke-1)


TEORI ORGANISASI UMUM (Tugas 1)

Organisasi itu adalah suatu kerjasama dari sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang telah direncanakan dan juga mau terlibat dengan peraturan yang ada. Organisasi bisa disebut juga sebagai wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.
Ada pun unsur” dan cirri”nya sebagai berikut :
Unsur-Unsur  Organisasi:

1. Manusia (Man).
2. Kerjasama.
3. Tujuan Bersama.
4. Peralatan (Equipment).
5. Lingkungan.
6. Kekayaan alam.
7. Kerangka/Konstruksi mental

Secara garis besar organisasi mempunyai tiga unsur yaitu :
1. Manusia.
2. Kerjasama.
3. Tujuan bersama-sama.

Dalam organisasi terdapat ciri- ciri sebagai berikut:
  1. Formalitas, merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, tujuan, strategi, dan lainya.
  2. Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan  artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.
  3. Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.
  4. Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.

Organisasi terbagi menjadi tiga. Organisasi Niaga, Organisasi Sosial dan Organisasi Regional & Internasional.
Berikut ini adalah penjelasan dari ketiga Organisasi tersebut:
  1. Organisasi Niaga
    Organisasi Niaga adalah organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan
    Macam-macam Organisasi Niaga :
    - Perseroan Terbatas (PT)

    - Perseroan Komanditer (CV)

    - Firma (FA)

    - Koperasi
    - Join Ventura
    - Trus
    - Kontel
    - Holding Company
  2. Organisasi Sosial
    Organisasi Sosial adalah organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat
    Jalur pembentukan organisasi Kemasyarakatan :
    - Jalur Keagamaan
    - Jalur Profesi
    - Jalur Kepemudaan
    -JalurKemahasiswaan
    - Jalur Kepartaian & Kekaryaan
  3. Organisasi Regional & International
    - Organisasi Regional
    Organisasi Regional adalah organisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa negara tertentu saja.
    - Organisasi Internasional
    Organisasi Internasional adalah organisasi yang anggota-anggotanya meliputi negara di dunia.
Dan Bentuk Organisasi
Dalam berorganisasi tentu mempunyai bentuk bentuk organisasi yaitu
1. Bentuk organisasi staff
2. Bentuk organisasi lini
3.Bentuk organisasi fungsional
4. Bentuk organisasi fungsional dan lini
5. Bentuk organisasi fungsional dan staff
6. Bentuk organisasi lini dan staff
Struktur atau skema organisasi yaitu organisasi yang mempunyai hubungan dan saluran wewenang dan tanggung jawab yang ada dalam organisasi.jadi arti organisasi dan tipe organisasi sering disamakan, padahal keduanya berbeda. Menurut tipenya organisasi dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi dengan tipe piramid dan organisasi dengan tipe kerucut. Bentuk organisasi memandan dari segi tata hubungan , wewenang , dan tanggung jawab yang ada dalam suatu organisasi.

Selasa, 27 Maret 2012

tentang diri saya sendiri

Nama lengkap saya Fansi Nabila . Saya lahir di jakarta 15 juni 1993. Aku anak ke 3 dari 3 bersaudara. Meskipun saya anak bontot bukan berarti saya anak yang manja dan apapun kemauan saya harus diturutin. Karena kedua orgtua saya mengajarkan agar saya menjadi anak yang sholeh, bertanggung jawab dan menjadi anak yang sukses dan berhasil.
Saya bersekolah dasar di SDN O4 tanah baru , yang letaknya tidak jauh dari rumah, enam tahun saya bersekolah di SD tersebut, dan setelah lulus dan mendapatkan nilai yang cukup memuaskan akhirnya saya melanjutkan ke MtsN 4 Jakarta selatan. Tiga tahun saya belajar disana dan meneruskan ke SMA Sumbangsih  jakarta selatan.
Setelah lulus dalam ujian sma saya melanjutkan ke perguruan tinggi, saya sempet bingung mau meneruskan ke perguruan tinggi mana, dan akhirnya ayah saya menyuruh saya untuk ikut ujian smptn ke universitas negri Jakarta, karena ayah saya menginginkan saya kuliah di universitas negri . Ujian saringanpun dimulai berkali2 dan saat itu saya agak kecewa karena hasilnya saya tidak lolos. Setelah tau saya tidak dapet universitas negri dan akhirnya saya mendaftarkan di universitas GUNADARMA. Saya memilih kuliah disana karena mengikuti temen kakak saya  yang alumni gundarma. Dikampus inilah saya mengambil jurusan Sistem Informasi dan saya sangat mengharapkan setelah lulus dari kampus gunadarma dan menjadi seorang sarjana yang berhasil yang kelak bisa membahagiakan ke dua orangtua saya, amiin.

Jumat, 06 Januari 2012

harapan di tiga tahun yg akan datang !!


MENATAP 3 TAHUN YG AKAN DATANG !!

Waktu berjalan dengan cepat, oleh karena itu 3 tahun yang akan datang tidak akan terasa , masih sisa banyak waktu untuk saya menyelesaikan kuliah ini dengan baik, dan memperoleh nilai ipk yg tinggi serta keluar dari universitas ini (jadi sarjana) haha.
Harapan saya di 3 tahun yg akan datang sudah pasti ingin menjadi sarjana  dan langsung diterima menjadi PNS. Yaa mungkin hanya itu yg membuat orang tua saya bangga , karna apa yg diingikan orang tua saya cuman 1 melihat anaknya menjadi sarjana dan mendapatkan perkerjaan yg layak. tapi tidak akan semudah itu kita mendapatkan harapan , karena semua butuh proses dan doa.
Harapan itu tidak akan terwujud jika bukan kita sendiri yang membuatnya jadi kenyataan.Dukungan dari keluarga sudah sangat membuat saya menjadi optimis. Banyak hal yg belum saya bisa wujudkan, salah satunya membuat orang tua saya bangga terhadap saya. Oleh karena itu mulai dari sekarang saya akan memperbaiki diri saya dan kuliah saya. Supaya harapan” saya untuk membahagiakan orang tua saya dapat terwujud. amin

Selasa, 03 Januari 2012

Tugas Ilmu Sosial Dasar ke 3 (Pemuda Dan Sosialisasi)


Pemuda adalah generasi yang di pundaknya terbebani bermacam-macam harapan, terutama dari generasi lainnya. Hal ini dikarenakan pemuda merupakan generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya. Proses sosialisasi generasi muda adalah suatu proses yang sangat menentukan kemampuan diri pemuda untuk menyelaraskan diri di tengah-tengah kehidupan masyarakatnya. Oleh karena itu, dalam tahap pengembangan dan pembinaannya, melalui proses kematangan dirinya dan belajar pada berbagai media sosialisasi yang ada di masyarakat, seorang pemuda harus mampu menyeleksi berbagai kemungkinan yang ada, sehingga mampu mengendalikan diri dalam hidupnya di tengah-tengah masyarakat, dan tetap memiliki motivasi sosial yang tinggi.
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu melalui belajar dan penyesuaian diri, bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Proses sosialisasi ini berawal dari dalam keluarga. Melalui proses sosialisasi, pemuda sebagai individu akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya. Dengan proses sosialisasi, individu menjadi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku di tengah-tengah masyarakat. Generasi muda memiliki banyak sekali potensi positif yang ada dalam dirinya. Potensi-potensi tersebut antara lain idealisme dan daya kritis, dinamika dan kreativitas, keberanian mengambil resiko, optimis dan kegairahan semangat, sikap kemandirian dan kedisiplinan, keterdidikan, keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan, patriotisme dan nasionalisme, sikap kesatria, serta kemampuan penguasaan ilmu dan teknologi.
Melalui proses sosialisasi, seseorang akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya. Dengan demikian, tingkah laku seseorang akan dapat diramalkan. Dengan proses sosialisasi, seseorang menajdi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Dari keadaan tidak atau belum tersosialisasi, menjadi manusia masyarakat dan beradab. Kedirian dan kepribadian melalui proses sosialisasi dapat terbentuk. Dalam hal ini sosialisasi diartikan sebagai proses yang membantu individu melalui belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya agar dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya. Sosialisasi merupakan salah satu proses belajar kebudayaan dari anggota masyarakat dan hubungannya dengan sistem sosial.

Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Berbeda dengan inkulturasi yang mementingkan nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu, sosialisasi dititik beratkan pada soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan perkembangannya. Oleh karena itu proses sosialisasi melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang. Kedirian (self) sebagai suatu produk sosialisasi, merupakan kesadaran terhadap diri sendiri dan memandang adanya pribadi orang lain di luar dirinya. Kesadaran terhadap diri sendiri membuat timbulnya sebutan “aku” atau “saya” sebagai kedirian subyektif yang sulit dipelajari. Asal mula timbulnya kedirian :

1.     Dalam proses sosialisasi mendapat bayangan dirinya, yaitu setelah memperhatikan cara orang lain memandang dan memperlakukan dirinya.

2.  Dalam proses sosialisasi juga membentuk kedirian yang ideal. Orang bersangkutan mengetahui dengan pasti apa-apa yang harus ia lakukan agar memperoleh penghargaan dari orang lain. Bentuk-bentuk kedirian ini berguna dalam meningkatkan ketaatan anak terhadap norma-norma sosial.

Thomas Ford Hoult, menyebutkan bahwa proses sosialisasi adalah proses belajar individu untuk bertingkah laku sesuai dengan standar yang terdapat dalam kebudayaan masyarakatnya. Menurut R.S. Lazarus, proses sosialisasi adalah proses akomodasi, dengan mana individu menghambat atau mengubah impuls-impuls sesuai dengan tekanan lingkungan, dan mengembangkan pola-pola nilai dan tingkah laku-tingkah laku yang baru yang sesuai dengan kebudayaan masyarakat.


Tugas Ilmu Sosial Dasar ke 2 (Hubungan Ilmu Pengetahuan , Teknologi dan Kesejahteraan)


IPTEK atau yang kita lebih kenal dengan kepanjangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat memegang peranan penting bagi negara-negara berkembang dalam proses peningkatan standar hidup, kesejahteraan, dan melindungi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati. Negara-negara berkembang menghadapi berbagai tantangan jangka pendek dan jangka panjang. Perubahan penggunaan lahan melalui penggundulan hutan dan perubahan lahan pertanian akibat aktivitas sosio-ekonomi di daerah tangkapan air di hulu, telah menyebabkan terjadinya berbagai kerusakan lingkungan dan infrastruktur akibat bencana yang ditimbulkannya. Kerusakan lingkungan di daerah tangkapan air, menyebabkan kelangkaan air bersih di berbagai negara, selain bencana banjir ketika musim penghujan.

Komunikasi IPTEK terhadap masyarakat dan pemahaman masyarakat terhadap IPTEK merupakan subyek riset yang relatif baru di lingkungan akademis, namun berkembang untuk dipelajari lebih lanjut untuk mendukung proses pengambilan kebijakan publik. Pemahaman yang baik terhadap dinamika kompleksitas IPTEK dan interaksi IPTEK dengan masyarakat, berguna dalam peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap IPTEK dan akhirnya berkembang menjadi suatu sistem pengelolaan dan kontrol sosial masyarakat terhadap IPTEK.

Dalam komunikasi IPTEK, perangkat komunikasi atau penyampai informasi yang digunakan akan disesuaikan untuk menciptakan jaminan terjadinya pemahaman dan penerimaan masyarakat awam terhadap IPTEK. Sedangkan aspek ketiga adalah aspek kreativitas, yang membantu perkembangan kecerdasan dan kapabilitas masyarakat sehingga menghasilkan kemampuan dalam mengintegrasikan IPTEK ke kehidupan sehari-hari.

IPTEK memainkan peran penting sebagai sebuah agen pembaharu di masyarakat. Sebagai bangsa yang bergerak ke arah ekonomi berbasis pengetahuan, dibandingkan ekonomi berbasis sumber daya alam sesuai dengan paradigma tekno-ekonomi, IPTEK menjadi landasan keberhasilan pembangunan ekonomi yang didukung oleh kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia yang kompetitif.
Ilmu pengetahuan, teknologi dan kesejahteraan memiliki kaitan struktur yang jelas. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dua hal yang tak terpisahkan dalam peranannya untuk memenuhi kebutuhan insani. Ilmu pengetahuan digunakan untuk mengetahui “apa” sedangkan teknologi mengetahui “bagaimana”. Ilmu pengetahuan sebagai suatu badan pengetahuan sedangkan teknologi sebagai seni yang berhubungan dengan proses produksi, berkaitan dalam suatu sistem yang saling berinteraksi. Teknologi merupakan penerapan ilmu pengetahuan, sementara teknologi mengandung ilmu pengetahuan di dalamnya.